Entri Populer

Sabtu, 22 November 2008

Saatnya Pria Manjakan Diri

Foto: Agen dan my friend

SIAPA bilang pria urban buta masalah penampilan. Bukan hanya tampil maskulin dan menyukai film action, gadget, otomotif, dan barisan wanita seksi, mereka juga tidak pernah lupa mengurus diri.

Malah bisa dibilang pria dan wanita kini sejajar dalam segala hal yang berbau penampilan. Seperti wanita, mereka juga pergi ke salon dan spa, melakukan treatment dan perawatan menyeluruh agar mendapat penampilan fisik tanpa cacat. Bukan hanya masalah kulit, kebugaran juga menjadi fokus perhatian. Karenanya, selain spa, pria-pria ini juga rajin mengunjungi wellness centre serta pusat kebugaran alias gym. Tubuh prima dan proporsional tampaknya menjadi syarat utama lainnya selain kulit yang tampak sehat.

Lalu apakah segala hal mengenai perawatan diri ini mengurangi maskulinitas mereka sebagai pria? Tidak juga. Malah banyak yang mengatakan, perawatan rutin yang mereka lakukan bisa meningkatkan kepercayaan diri, yang secara tidak langsung meningkatkan kinerja dan prestasi mereka di kantor. Terutama di bidang pekerjaan yang mengutamakan penampilan ataupun bagi mereka yang kerap berurusan dengan klien. Hal ini sebenarnya merupakan sebuah siklus, karena pada awalnya perbaikan penampilan mereka juga diakibatkan tuntutan pekerjaan, yang mendorong mereka menampilkan dirinya yang terbaik, dari ujung kepala hingga kaki.

Fenomena ini tidak terjadi di Indonesia saja. Di Singapura, tercatat dari sepuluh pengguna spa, empat di antaranya adalah pria. Selain itu, data statistik tahun 2002 menunjukkan, dari bisnis kecantikan yang bernilai 35 juta dolar Singapura, sepertiganya dikontribusi oleh kaum adam. Makanya tidak heran bila pusat perawatan khusus pria kian merebak.

The Straits Time mengungkapkan, sejumlah salon kecantikan dan spa di Singapura memiliki ribuan konsumen pria setiap tahunnya, beberapa di antaranya adalah pusat perawatan khusus pria, seperti Urban Homme atau Face Manyang, yang telah berdiri sejak tahun 1992.

Sebut saja Oskar, eksekutif muda yang bekerja di lantai bursa ini mengaku dirinya rajin mengunjungi pusat kebugaran juga spa untuk menjaga penampilannya. Menurut Oskar, tubuh bugar dan penampilan prima menimbulkan citra diri positif, selain merupakan modal awal hubungannya dengan para klien, ataupun di dunia pergaulan. Karenanya, Ari sama sekali tidak keberatan kendati harus merogoh kocek hingga Rp3 juta per bulan hanya untuk urusan penampilan.

"First impression itu penting, apalagi dalam bidang pekerjaan saya yang menuntut penampilan selalu prima," tutur pria yang gemar berbusana dandy ini.

Bisa jadi Oskar seperti pria urban lainnya yang menganut prinsip "work hard, play hard". Kerja keras dibayarnya dengan pemanjaan diri secara total. Lalu, treatment seperti apa yang dicari pria-pria seperti Ari? "Ya, seperti biasa saja, kayak sauna, massage, body scrub, creambath atau facial," ujarnya.

Namun, Ari mengaku agak sulit menemukan pusat perawatan yang benar-benar mengkhususkan diri pada konsumen pria. "Biasanya saya ke daily spayang umumnya dikunjungi para wanita juga," katanya, yang kerap mendatangi spa di sebuah hotel berbintang di Jakarta. Kendati demikian, Oskar tidak merasa risih dengan banyaknya konsumen wanita di sana.
"Sudah biasa," ujarnya, tertawa. Hanya saja, Oskar masih merasa canggung bila dilayani terapis pria. "Saya selalu pilih terapis wanita," imbuhnya.

Konsumen-konsumen seperti oskar inilah yang kemudian dibidik bisnis spa dan salon kecantikan. Para pelaku bisnis pun akhirnya berlomba-lomba menghadirkan perawatan khusus pria. Makanya, kini bukan hal mengherankan lagi bila kita melihat "special men's treatment" di daftar layanan spa.

Salah satunya Taman Sari Royal Heritage Spa (TSRH). Pusat perawatan tubuh dan kecantikan ini menyediakan treatment khusus yang terdiri dari massage, body wrap, dan mandi rempah bagi pria. Paket perawatan itu bermanfaat menghilangkan penat dan ampuh mengembalikan kesegaran tubuh. "Selain itu, body wrap yang kita lakukan menggunakan rempah-rempah tradisional yang juga bisa mengurangi keluhan kesehatan seperti masuk angin atau flu," ujar Marketing Manager TSRH Maya Soviasari.

Lebih lanjut, Maya menjelaskan, rempah-rempah digunakan sebagai aromatik utama karena kebanyakan pria menyukai wewangian yang tidak terlalu manis atau menyengat. "Karena itu kami pilihkan rempah-rempah sebagai aroma dominan.

2 komentar:

reallylife mengatakan...

btw yang mas punya blog yang mana ya ??
hehehe
btw mampir juga ya di bloggersumut.net

oskarzero mengatakan...

ok awaq dah gabung di bloggersumut.com